Blog ini dibangun untuk memenuhi salah satu proyek matakuliah Termodinamika dengan Dosen Pengampu Bapak Apit Fathurohman, S.Pd., M.Si
Jumat, 01 Mei 2015
Prinsip Kerja Kulkas
Kulkas
menjadi salah satu kebutuhan yang krusial bagi rumah tangga masyarakat
Indonesia di masa sekarang. Kulkas umumnya digunakan untuk menyimpan bahan
makanan mentah, sayur-sayuran, buah-buahan, minuman kaleng, dan es krim agar
tidak membusuk, tahan lama, dan tetap terjaga awet di dalam suhu yang telah
dikondisikan.
Bila
dikategorikan secara umum, ada 9 komponen utama dalam kulkas dengan fungsinya
masing-masing, yaitu:
1.
Kompresor
2.
Kondensor
3.
Filter
4.
Evaporator
5.
Thermostat
6.
Heater
7.
Fan Motor
8.
Overload Motor Protector
9.
Bahan Pendingin
Penjelasan:
1.
Yang pertama adalah Kompresor, merupakan unsur terpenting yang berfungsi untuk
memompa bahan pendingin ke seluruh bagian.
2.
Selanjutnya adalah Kondensor, berfungsi sebagai alat penukar kalor dalam proses
perubahan wujud gas bahan pendingin, yang pada suhu dan tekanan tinggi diubah
menjadi wujud cair.
3.
Lalu ada Filter, yang berfungsi sebagai penyaring kotoran yang mungkin terbawa
masuk aliran pendingin ke kulkas setelah proses sirkulasi.
4.
Ada Evaporator, memiliki fungsi untuk menyerap kalor dari benda yang
dimasukkan, kalor yang sudah terhisap akan mendinginkan bahan makanan itu.
5.
Komponen kelima adalah Thermostat, berperan sebagai pengatur kerja kompresor
secara otomatis berdasar pada batasan suhu di setiap bagian kulkas.
6.
Lalu ada Heater, berguna untuk mencairkan bunga es yang terbentuk di dalam
evaporator.
7.
Selanjutnya ada Fan Motor, digunakan untuk menghembuskan udara dingin dari
evaporator ke seluruh bagian kulkas dan mendorong udara melalui kompresor.
8.
Lalu ada Overload Motor Protector, berguna sebagai pelindung komponen #listrik
dari kerusakan apabila arus listrik yang dihasilkan kompresor melebihi normal.
9.
Komponen terakhir adalah Bahan Pendingin (Refrigerant), berwujud sebagai zat
yang mudah diubah bentuknya dari wujud gas menjadi wujud cair, atau sebaliknya.
Nah,
sekarang kita masuk ke bagian yang lebih seru. Bagaimana prinsip kerja dari
kulkas?
Semua
berawal dari Hukum Termodinamika. Hukum Termodinamika berlaku untuk prinsip
kerja lemari es. Seperti yang kita ketahui, energi panas selalu bergerak menuju
ke daerah yang lebih dingin. Bagaimana lemari es bisa melakukan hal yang
sebaliknya? Mengalirkan energi panas dari dalam ke udara yang lebih hangat di
luar?
Meskipun
memiliki cara kerja yang berlawanan, prinsip kerja lemari es masih berhubungan
erat dengan hukum perpindahan kalor. Sebuah lemari es harus melakukan tugas
untuk membalikkan arah normal aliran energi panas. Tugas itu melibatkan
penggunaan energi yang bertujuan untuk memindahkan sesuatu, dan untuk
melakukannya sebuah lemari es membutuhkan energi. Dalam kasus ini, energi itu
disediakan oleh listrik.
Kunci
proses kulkas dan sistem pendingin lain agar dapat bekerja terdapat pada
refrigeran. Refrigeran ialah zat semacam Freon yang bertitik didih rendah
sehingga dapat memfasilitasi perubahan bentuk antara cair dan #gas. Sebagai
cairan, refrigeran berperan dalam penyerapan energi panas dari udara dingin di
dalam lemari es untuk diubah menjadi gas.
Jadi
pertama-tama, energi panas ditransfer ke dalam lemari es untuk menjadi cairan
dingin yang melewati sebuah mesin evaporator. Lalu referigeran, yang sudah dibahas
sebelumnya, menyerap energi panas agar menjadi lebih hangat lalu akhirnya
berubah bentuk menjadi gas. Gas yang terbentuk sebelumnya, dialirkan melalui
compressor agar cairan pendingin memiliki temperatur yang lebih tinggi.
Refrigeran
dengan suhu yang lebih tinggi tersebut selanjutnya mengalir melalui kondensor,
dimana terjadi transfer #energi panas ke kumparan pendingin kondensor.
Akhirnya, refrigeran tersebut kehilangan energi panasnya dan berubah menjadi
energi dingin kembali, serta mengalami peristiwa kondensasi menjadi cairan.
Selanjutnya
refrigeran masuk ke tabung Ekspansi, dimana merupakan tempat yang memiliki
ruangan untuk menyebarkan cairan keluar dalam rangka menurunkan suhu menjadi
lebih rendah. Cairan dingin hasil refrigeran tersebut kemudian mengalir kembali
ke evaporator. Selanjutnya siklus itu kembali berulang.
Prinsip Kerja Air Conditioner
Pernah berada didalam
ruangan dengan kondisi nyaman, sejuk, dan agak-agak dingin sedikit…? Tentu saja
pernah jika berada di Bank, Rumah Sakit Swasta, dll. Namun setelah keluar dari
ruangan, suasananya jelas sangat berbeda bukan.. Tentu ini semua tidak terlepas
dari peranan yang namanya Air Conditioner (AC). Terlebih lagi bagi Anda yang
sekarang tinggal di daerah perkotaan besar.
Air Conditioner (AC)
merupakan sebuah alat yang digunakan untuk pengkondisian udara didalam ruangan.
Kok pengkondisian udara? Yaaa.. karena kondisi suhu udara bisa diatur atur
sesuai dengan kehendak kita. Tetapi apakah Anda mengetahui bagaimana cara kerja
dari AC itu sendiri? Berikut adalah prinsip kerja Air Conditioner (AC) yang
sebenarnya punya prinsip sama dengan Lemari Es yang Anda punya di rumah.
Secara garis besar
prinsip kerja air conditioner adalah sebagai berikut:
1. Udara di dalam
ruangan dihisap oleh kipas sentrifugal yang ada dalam evaporator dan udara
bersentuhan dengan pipa coil yang berisi cairan refrigerant. Dalam hal ini
refrigerant akan menyerap panas udara sehingga udara menjadi dingin dan
refrigerant akan menguap dan dikumpulkan dalam penampung uap.
2. Tekanan uap yang
berasal dari evaporator disirkulasikan menuju kondensor, selama proses kompresi
berlangsung, temperatur dan tekanan uap refrigerant menjadi naik dan ditekan
masuk ke dalam kondensor.
3. Untuk menurunkan
tekanan cairan refrigerant yang bertekanan tinggi digunakan katup ekspansi
untuk mengatur laju aliran refrigerant yang masuk dalam evaporator.
4. Pada saat udara
keluar dari condensor udara menjadi panas. Uap refrigerant memberikan panas
kepada udara pendingin dalam condensor menjadi embun pada pipa kapiler. Dalam
mengeluarkan panas pada condensor, dibantu oleh kipas propeller.
5. Pada sirkulasi udara
dingin terus-menerus dalam ruangan, maka perlu adanya thermostat untuk mengatur
suhu dalam ruangan atau sesuai dengan keinginan.
6. Udara dalam ruang
menjadi lebih dingin dibanding diluar ruangan sebab udara di dalam ruangan
dihisap oleh sentrifugal yang terdapat pada evaporator kemudian terjadi udara
bersentuhan dengan pipa/coill evaporator yang didalamnya terdapat gas pendingin
(freon). Di sini terjadi perpindahan panas sehingga suhu udara dalam ruangan
relatif dingin dari sebelumnya.
7. Suhu di luar ruangan
lebih panas dibanding di dalam ruangan, sebab udara yang di dalam ruangan yang
dihisap oleh kipas sentrifugal dan bersentuhan dengan evaporator, serta dibantu
dengan komponen AC lainnya, kemudian udara dalam ruangan dikeluarkan oleh kipas
udara kondensor. Dalam hal ini udara di luar ruangan dapat dihisap oleh kipas
sentrifugal dan masuknya udara melalui kisi-kisi yang terdapat pada AC.
8. Gas refrigerant
bersuhu tinggi saat akhir kompresi di condensor dengan mudah dicairkan dengan
udara pendingin pada sistem air cooled atau uap refrigerant menyerap panas
udara pendingin dalam condensor sehingga mengembun dan menjadi cairan di luar
pipa evaporator.
9. Karena air atau
udara pendingin menyerap panas dari refrigerant, maka air atau udara tersebut
menjadi panas pada waktu keluar dari kondensor. Uap refrigerant yang sudah
menjadi cair ini, kemudian dialirkan ke dalam pipa evaporator melalui katup
ekspansi. Kejadian ini akan berulang kembali seperti di atas.
Alat pada AC itu
terdiri dari pompa compressor, evaporator, penukar panas, dan katup pemuaian
dan prinsip kerja siklus pendinginan udara
Dan sebagai cairan yang
bersifat sebagai penghantar dari kalor yang terdapat pada udara adalah freon
(diantaranya CCl2F2).
Pompa dijalankan oleh
motor listrik pada kompressor sehingga menarik uap freon yang keluar dari
pembeku, memampatkannya (menaikkan tekanan) dan meneruskannya ke penukar pasa
pada tekanan tinggi. Sekarang suhu uap freon menjadi lebih besar dari pada suhu
udara di sekitar penukar panas, sehingga uap freon akan melepaskan kalornya ke
udara sekitarnya dan uap freon mengembun menjadi cair. Bukti dari pelepasan
kalor ke udara sekitarnya adanya tangan anda merasa panas ketika mendekatkan
tangan ke sirip-sirip penukar panas pada bagian belakang AC. Freon cair yang
keluar dari kondensor menuju ke katup pemuaian. Disini, freon cair memuai dan
kelajuan pemuaiannya diatur oleh katup pemuaian. Akibat pemuaian, freon cair
akan menyerap kalor dari udara yang ada di dalam AC, sehingga udara tersebut
mendingin, sedangkan freon cair menguap. Uap freon yang keluar dari pembeku
kemudian ditarik oleh pompa kompressor untuk mengulangi siklus berikutnya.
Proses tersebut diatas
berjalan berulang-ulang sehingga menjadi suatu siklus yang disebut siklus
pendinginan pada udara yang berfungsi mengambil kalor dari udara dan
membebaskan kalor ini ke tempat lain semisal di luar ruangan.
Untuk cara kerjanya
sendiri, pada saat AC pertama kali dinyalakan melalui remote, di ruangan yang
sepi anda akan mendengar 1 kali bunyi “tek”. Bunyi tersebut menandakan bahwa
kompressor mulai bekerja, memompa gas freon dari unit outdoor ke unit
evaporator di Indoor untuk kemudian disembur angin oleh kipas ke dalam ruangan.
Kemudian komputer di unit Indoor AC akan memberitahukan sensor termometer yang
disebut thermostat di unit Indoor agar suhu ruangan tersebut dapat sama dengan
suhu yang tertera di remote AC.
Apabila contoh suhu
remote disetel di 24 derajat, dan suhu ruangan sudah mencapai 24 derajat maka
akan lagi terdengar bunyi “tek” lagi dimana kompressor AC akan mati dan AC di
ruangan hanya akan menyemburkan angin saja karena gas freon tidak lagi dipompa
dari unit outdoor ke unit indoor. Pada kondisi ini pemakaian listrik akan
sangat kecil karena praktis listrik yang dibutuhkan hanya untuk kipas atau fan,
thermostat, dan lampu-lampu pada Indoor AC.
Kemudian pada saat suhu
ruangan naik menjadi 25.1 (dua puluh lima koma satu) derajat, kompressor akan
kembali menyala dimana anda akan mendengar lagi bunyi “tek”. Hal ini akan
terjadi berulang-ulang selama AC dinyalakan.
Kondisi kompressor AC
yang menyala dan mati ini hanya dapat terjadi pada saat suhu remote tercapai.
Oleh sebab itu, sebaiknya anda tidak menyetel suhu remote AC di 16 derajat.
Karena ruangan anda tidak akan mencapai suhu 16 derajat.
Ada baiknya agar anda
selalu memasang suhu remote di minimal 22-23 derajat, dimana kondisi ruangan di
suhu ini masih ada kemungkinan tercapai pada dini hari atau subuh sekitar pukul
03.00 atau 04.00. Hal ini akan berdampak langsung pada tagihan listrik anda per
bulan. semakin sering kompressor AC dapat beristirahat, semakin hemat jugalah
pemakaian listrik di rumah anda.
Cara Kerja Termos
Menurut Teori Pertukaran dari Henry Prevost Babbage (1824 – 1918)
bahwa benda yang lebih dingin selalu menyerap gelombang panas dari benda yang
lain sampai keduanya mempunyai temperatur yang sama. Didasarkan pada teori ini
maka teh yang panas ataupun dingin dalam termos akan kehilangan panas atau
menyerap panas dari tempatnya. . Namun, termos sudah didesain agar bisa
menghambat ketiga cara panas dapat berpindah: konduksi, konveksi,
dan radiasi
Termos menggunakan bahan yang bersifat adiabatik. Bahan adiabatik secara ideal
menghambat atau tidak memungkinkan terjadinya interaksi, antara sistem dengan
lingkungan, tidak ada perpindahan kalor antara sistem dalam termos dengan
lingkungannya. Akibatnya tidak terjadi pertukaran temperatur. Dengan
menggunakan bahan adiabatik ini termos mampu mempertahankan suhu air yang
berada di dalamnya. Dan suhu air tidak terkontaminasi dengan suhu
lingkungannya
Termos air terbuat dari tabung kaca yang berongga dan berwarna putih mengikap
(spt cermin). Susunannya yang paling dalam adalah kaca tersebut, kemudian
ada celah udara dan terakhir dinding termos. jadi antara didnding termos dengan
tabung ada lapisan udara.
Elemen utama termos air adalah tabung kaca yang hampa
udara di sekeliling termos tersebut (seperti gelas, tapi pinggirnya tebal &
hampa udara di tengahnya bukan solid/pejal seperti pinggiran gelas). Sedangkan penutup luarnya (biasanya terbuat dari aluminium) berfungsi
sebagai isolator antara tabung kaca dengan udara sekitar.
Prisip kerjanya kalor yang masuk dalam tabung tidak bisa merambat keluar karena
dihambat oleh kaca yang mempunyai warna putih dan mengkilap (warna putih dan mengkilap
itu menyerap sedikit kalor dibandingkan dgn warna gelap), kemudian kalor
dihambat oleh celah yg hampir hampa udara pada tabung kaca, setelah itu masih
dihambat lagi sama celah udara antara tabung dan dinding (karena udara adalah
penghantar panas yg kurang baik) dan terakir adalah panas dihambat keluar oleh
dinding termos yg biasa terbuat dari plastik atau logam perak yang
penghantar panasnya kurang baik .
Dimana Termos dibuat
dari kaca yang berdinding rangkap, diantara dinding itu dibuat hampa udara dan
salah satu dindingnya dilapisi oleh lapisan yang mengkilap (perak). Di termos
terdapat dua dinding kaca, yang masing-masing dibuat mengilap. Bagian dalam
dibuat mengkilap agar kalor dari air panas tidak diserap oleh dinding.
Sedangkan bagian luar dinding kaca dibuat mengilap dan dilapisi dengan perak,
tujuannya agar tidak terjadi perpindahan kalor secara radiasi. Dengan kata
lain, radiasi panas yang dipancarkan oleh air dapat ditahan oleh dinding dalam
termos yang terbuat dari bahan mengkilap ini. Dengan demikian, air panas
tersebut dapat bertahan dalam termos ini dalam beberapa hari.Diantara dinding
termos dibuat ruang hampa udara, Ruang hampa udara disini digunakan untuk
mencegah perpindahan kalor secara konveksi. Sedangkan tutup termos
dibuat dari
Kesimpulannya, dengan adanya dinding luar dan dalam pada termos tersebut suhu
di dalam termos tetap terjaga karena hampa udara menghambat perambatan panas
melalui udara.dan panas air tak bisa merambat keluar baik secara konveksi
maupun konduksi.
Jadi, prinsip
kerjanya termos air adalah sebagai isolator atau pencegah berpindahnya panas
dari air keudara luar. Karena tekanan udara luar untuk daerah tinggi memang
lebih rendah di bandingkan di daerah dataran rendah, sehingga molekul air
lebih mudah terlepaske udara menjadi uap (mendidih). Waktu memasak air di
dataran tinggi air akan mudah mendidih, karena titik didih zat cair di
pengaruhi oleh tekanan udara di atas permukaan zat cair. Semakain keciltekanan
udara diatas permukaan zat cair, maka semakin rendah titik didih zat
cair tersebut di daerah dataran tinggi atau pegunungan, tekanan udaranya
lebih kecil di bandingkan tekanan udara di dataran rendah, shingga titik
didih di daerah datarantinggi atau pegunungan lebih rendah dari daerah dataran
tinngi. Karena titik didih di dataran tinggi lebih rendah maka air akan
lebih cepat mendidih.
SEJARAH PENEMUAN TERMOS
Termos Vacuum
Flash adalah alat bantu komponen yang mempunyai fungsi untuk menyimpan air,
disini menyimpan air tidak hanya menyimpan air biasa tetapi juga menjaga suhu
air agar tetap. Contohnya bila diisi air panas maka suhu air dalam termos akan
tetap tinggi karena panas tidak bisa merambat pada dinding termos.
Penemuan vacuum flask (tabung hampa udara) oleh Sir
James Dewar di OxfordUniversity menjadi cikal bakal penemuan termos tempat
menyimpan air panas dan dingin untuk minuman. Penemuan yang di ciptakan secara
tidak sengaja ini menjadi produk hotter atau cooler bagi produk minuman di
dunia. James Dewar lahir pada tanggal 20 September 1842 di Kincardineon-Fourth,
Scotlandia. Ia dibesarkan dari keluarga berprofesi sebagai pedagang anggur.
Semenjak kecil dan dewasa ia tinggal di kota kelahirannya. Setelah lulus dari
bangku sekolah, ia melanjutkan pendidikan ke Universitas Edonburgh dan m,enjadi
murid ilmuan kimia Lyon Playfair. Pada tahun 1869, setelah lulus kuliah ia
melanjutkan karir intelektualnya menjdi dosen di Royal College Veteriner.
Selain mengajar, ia juga sering mealkukan penelitian. Sebagian karya
penelitiannya lebih banyak dilakukan di Inggris karena fasilitas untuk percobaan
jauh lebih baik dari pada di Negara kelahirannya. Dewar pun mendapatkan gelar
professor di bidang kima dari Royal College Veteriner,London. Pada tahun 1904,
Dewar melakukan penelitian bersama dengan John Fleming, ahlikimia pada
University College London. Keduanya meneliti daya tahan elektris pada suhu-200
dan 200 derajat Celsius. Keduanya memprediksikan daya tahan itu hilang
pada-273,15 derajat Celsius.
Teori ini lantas dikenal sebagai teori superkonduktivitas. Pada saat
mengerjakan projek itulah secara tak sengaja ia menemukan tabung hampa udara.
Tabung itu menggantikan bejana yang selama ini terbuat dari kaca. Awalnya,
penemuan termos merupakan adaptasi dari tabung hampa udara yangdigunakan untuk
pengiriman dan penyimpanan gas cair. Namun, Dewar melihat peluang lain dari
temuannya itu. Ia kemudian mengembangkan tabung hampa udaranya menjadi sebuah
termos yang mampu mempertahankan suhu dingin dan panas
Thermos flask yang berbentuk botol terbuat dari kaca berdinding rangkap, ruang
diantara kedua dinding dibuat hampa dan satu dinding dalam ruang hampa ini
dilapisi perak. Dengan dinding semacam ini, isi di dalam termos tidak
dapat dipengaruhi oleh perubahan -perubahan keadaan di luar.Pada termos
terdapat dinding kaca yang bagian dalam dan bagian luarnya dibuatmengilap.
Bagian dalam kaca dibuat mengilap agar kalor dari air panas tidak
terserap pada dinding. Sementara itu, bagian luar dinding kaca dibuat
mengilap berlapis perak agar tidak terjadi perpindahan kalor secara radiasi.
Ruang hampa di antara bagian dalamdan luar berfungsi mencegah perpindahan kalor
secara konveksi. Tutup termos terbuatdari bahan isolator, seperti gabus,
mencegah terjadinya perpindahan kalor secara konduksi.Pada tahun 1904 temuan
brilian Dewar ini diproduksi secara komersial dengan pendirian perusahaan
Thermos GmbH. Meski begitu.James Dewar meninggal tahun 1923 saat berusia 80
tahun di London, Inggris.Sampai akhir hayatnya, ia dikenal sebagai peneliti
yang banyak menciptakan penemuan.
Bahan-bahan yang
digunakan untuk membuat termos antara lain adalah :
1.
Tabung kaca yang hampa udara berguna agar udara tidak bisa kontak atau
bersentuhan langsung dengan air panas.
2.
Stereo foam, berguna untuk melindungi tabung kaca agar tidak kontak langsung
denganudara sekitar, hal ini karena masih ada transfer kalor (panas) dari air
panas ke tabung kaca.
3.
Tutup termos juga sebagai isolator.
4.
Casing termos yang digunakan sebagai pengaman.
Cara Membuat Hidrolik Sederhana
Alat-alat yang
digunakan
a.Kayu
b.Selang
c.Palu
d.Tang
e.Kikir
f.Paku
g.Gergaji
h.Cutter
i.Suntikan
2.Bahan-bahan yang
digunakan
a.Lem kayu
b.Stik es krim
c.SolasiI
DESAIN ALAT/GAMBAR ALAT
PERAGA
CARA PEMBUATAN ALAT
1.Menyiapkan alat dan
bahan
2.Mengisi kedua
suntikan dengan air.
3.Memasang selang pada
masing masing ujung suntik
4.Menyusun stik es krim
sebagai lengan alat. Lalu memasukkan suntik pertama (agar lengan dapat bergerak
naik turun) ke tengah lengan.
5.Merangkai stik es
krim berbentuk pencapit pada ujung lengan.
6.Merangkai stik es
krim untuk tiang / penyangga.
7.Memasang lengan pada
penyangga.
8.Memasukkan suntik
yang berada di lengan ke tiang penyangga.
9.Memasang suntik kedua
ke bagian atas lengan, lalu merekatkannya dengan isolasi.
10.Memasang alat
tersebut ke pondasi / dasar yang terbuat dari kayu.
Prinsip kerja
Dalam sistem hidrolik,
fluida cair berfungsi sebagai penerus gaya. Minyak mineral umum dipergunakan
sebagai media. Dengan prinsip mekanika fluida yakni hidrostatik (mekanika
fluida yang diam/statis, teori kesetimbangan dalam cairan), hidrolik
diterapkan.
Dalam alat ini apabila
suntikan pertama ditekan maka fluida akan mengalir dan mengikuti selang lalu
akan mendorong suntikan yang terhubung dengan lengan, maka lengan
akan bergerak naik turun. Lalu apabila suntikan kedua ditekan fluida akan
mengalir mengikuti arah selang dan suntikan yang berada di atas lengan akan
terdorong dan pencapit pun akan bergerak.
Prinsip kerja turbin uap
Turbin uap terdiri dari
sebuah cakram yang dikelilingi oleh daun-daun cakram yang disebut sudu-sudu.
Sudu-sudu ini berputar karena tiupan dari uap bertekanan yang berasal dari
ketel uap, yang telah dipanasi terdahulu dengan menggunakan bahan bakar padat,
cair dan gas.
Uap tersebut kemudian
dibagi dengan menggunakan control valve yang akan dipakai untuk memutar turbin
yang dikopelkan langsung dengan pompa dan juga sama halnya dikopel dengan
sebuah generator singkron untuk menghasilkan energi listrik.
Setelah melewati turbin
uap, uap yang bertekanan dan bertemperatur tinggi tadi muncul menjadi uap
bertekanan rendah. Panas yang sudah diserap oleh kondensor menyebabkan uap
berubah menjadi air yang kemudian dipompakan kembali menuju boiler. Sisa panas
dibuang oleh kondensor mencapai setengah jumlah panas semula yang masuk. Hal
ini mengakibatkan efisisensi thermodhinamika suatu turbin uap bernilai
lebih kecil dari 50%. Turbin uap yang modern mempunyai temperatur boiler
sekitar 5000C sampai 6000C dan temperatur kondensor 200C sampai 300C.
Langganan:
Postingan (Atom)

